Install Nginx Proxy Manager

Install Nginx Proxy Manager cover

Install Nginx Proxy Manager pada artikel ini menjelaskan cara Install Nginx Proxy Manager serta penjelasan tentang Nginx Proxy Manager.

Intro

Nginx Proxy Manager adalah solusi yang mengubah kompleksitas manajemen server web menjadi tugas yang dapat diatasi dengan mudah. Dengan antarmuka pengguna yang ramah, platform ini memungkinkan pengelola server untuk dengan cepat mengonfigurasi proxy reverse, menangani SSL/TLS, dan mengarahkan lalu lintas domain. Dukungan integrasi Let’s Encrypt memberikan lapisan keamanan tambahan, sementara fitur otentikasi pengguna dan logging yang kuat meningkatkan visibilitas dan pengelolaan. Bagi mereka yang mencari solusi yang dapat diandalkan dan efisien untuk manajemen proxy, Nginx Proxy Manager menjadi pilihan utama untuk meningkatkan kecepatan, keamanan, dan ketahanan server web.

Prasyarat Install Nginx Proxy Manager

  • Pastikan komputer atau server telah ter-install Docker. Jika belum Anda dapat mengikuti langkah install Docker pada Ubuntu atau Centos
  • Pastikan komputer atau server telah ter-install Docker Compose. Jika belum Anda dapat mengikuti langkah install Docker Compose

Membuat File docker-compose

Langkah pertama adalah membuat konfigurasi file YAML dengan nama docker-compose.yml. Proses pemasangan Nginx Proxy Manager terdapat dua opsi, yaitu opsi tanpa penggunaan database tambahan dan opsi dengan penggunaan database tambahan. Anda dapat memilih salah satu opsi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Install Nginx Proxy Manager tanpa Database tambahan

Untuk instalasi tanpa database tambahan, isikan file docker-compose.yml dengan script berikut:

version: "2"
services:
  app:
    image: 'jc21/nginx-proxy-manager:latest'
    restart: unless-stopped
    ports:
      - '80:80' # HTTP Port
      - '443:443' # HTTPS Port
      - '81:81' # Admin Web Port

    volumes:
      - ./data:/data
      - ./letsencrypt:/etc/letsencrypt

Install Nginx Proxy Manager dengan Database tambahan

Versi database yang didukung adalah:

  • MySQL minimum v5.7.8 atau lebih
  • MariaDB minimum v10.2.7 atau lebih

Untuk instalasi dengan database tambahan, isikan file docker-compose.yml dengan script berikut:

version: "2"
services:
  app:
    image: 'jc21/nginx-proxy-manager:latest'
    restart: unless-stopped
    ports:
      - '80:80' # HTTP Port
      - '443:443' # HTTPS Port
      - '81:81' # Admin Web Port
    environment:
      DB_MYSQL_HOST: "db"
      DB_MYSQL_PORT: 3306
      DB_MYSQL_USER: "npm"
      DB_MYSQL_PASSWORD: "npm"
      DB_MYSQL_NAME: "npm"
    volumes:
      - ./data:/data
      - ./letsencrypt:/etc/letsencrypt
    depends_on:
      - db

  db:
    image: 'jc21/mariadb-aria:latest'
    restart: unless-stopped
    environment:
      MYSQL_ROOT_PASSWORD: 'npm'
      MYSQL_DATABASE: 'npm'
      MYSQL_USER: 'npm'
      MYSQL_PASSWORD: 'npm'
    volumes:
      - ./data/mysql:/var/lib/mysql

Pada kedua script konfigurasi diatas, Nginx Proxy Manager akan meng-ekspose port ke hostOS yaitu port 80 (HTTP), 81 (Admin Web), dan 443 (HTTPS). Dimana port 81 sebagai admin web atau dashboard management proxy.

Start Container Nginx Proxy Manager

Setelah file docker-compose.yml selesai dibuat, pastikan lokasi directory yang aktif pada terminal atau prompt Anda satu lokasi dengan file docker-compose.yml, jalankan perintah berikut untuk build container:

docker-compose up -d

Cek dan Akses Nginx Proxy Manager

Setelah container di-start, lakukan pengecekkan container dengan perintah berikut:

docker ps
CONTAINER ID   IMAGE                             COMMAND                  CREATED        STATUS       PORTS                                                                                            NAMES
2e00008f6146   jc21/nginx-proxy-manager:latest   "/init"                  3 months ago   Up 2 weeks   0.0.0.0:80-81->80-81/tcp, :::80-81->80-81/tcp, 0.0.0.0:443->443/tcp, :::443->443/tcp             nginx-proxy1
a611110971a7   jc21/mariadb-aria:latest          "/scripts/run.sh"        3 months ago   Up 2 weeks   3306/tcp                                                                                         nginx-proxy-db1

Pada hasil output diatas adalah contoh Install Nginx Proxy Manager dengan Database tambahan, dan dapat dilihat status kedua container tersebut ‘Up’. Jika Install Nginx Proxy Manager tanpa Database tambahan maka yang tampil hanya container Nginx Proxy Manager saja.

Setelah mengetahui status container dalam status up, kemudian akses Admin Web Nginx Proxy Manager melalui web browser dengan mengunjungi URL http://<ip-server>:81.

Install Nginx Proxy Manager_login npm

Login dengan default akun administrator berikut:

Email: [email protected]
Password: changeme

Setelah berhasil login Anda akan diminta untuk mengganti password login administrator. Isikan Current Password dengan default password admin, lalu isikan New Password dan Confirm Password dengan password baru yang Anda inginkan, dan pastikan New Password dan Confirm Password sama.

Install Nginx Proxy Manager_ganti password admin

Konklusi

Dengan mengikuti langkah-langkah instalasi Nginx Proxy Manager, Anda dapat dengan mudah mengelola server web Anda dengan efisiensi dan keamanan yang tinggi. Antarmuka pengguna yang ramah membuat konfigurasi proxy reverse, penanganan SSL/TLS, dan pengaturan lalu lintas domain menjadi tugas yang mudah dilakukan. Integrasi Let’s Encrypt memberikan lapisan keamanan tambahan, sementara fitur otentikasi pengguna dan logging yang kuat meningkatkan visibilitas dan pengelolaan. Apakah Anda memilih instalasi dengan atau tanpa database tambahan. Setelah instalasi selesai, Anda dapat memonitor dan mengelola server melalui antarmuka web. Dengan admin web yang dapat diakses melalui URL http://<ip-server>:81, Nginx Proxy Manager memberikan kontrol penuh atas server web Anda, menjadikannya sebagai salah satu pilihan bagi mereka yang mencari solusi yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kinerja, keamanan, dan ketahanan server web.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *